Berita Terhots.com- TNI: kelompok Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengamankan situasi kawasan Tembagapura, Mimika, Papua. TNI mengerahkan pasukan Lima Puluh Personel untuk berjaga-jaga atas serangan bersenjeta yang telah mengaku sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Dikutip dari www.viva.co.id "pasukan sudah kemarin, sejumlah lima puluh prajurit anggota TNI. Yang terdiri dari dua puluh orang dari Yonif tujuh ratus lima puluh satu Rider, dua puluh orang dari Yonif tujuh ratus lima puluh empat ENK, sepuluh orang dari Mako Brigif dua puluh IJK," Imbuh kapendam Cendrawasih, kolonel Infanteri Muhammad Aidi.
Aidi menegaskan, sempat terjadinya baku tembak didalam insiden itu dan mengakibatkan satu prajurit yang bernama Pratu Vicky Rumpasium Meninggal. Tetapi, didalam operasi, TNI berhasil menduduki kawasan yang pada sebelumnya diduduki olehnya.
"Waktu kemarin mereka (kelompok bersenjata) memang menyandera warga Dusun Utikini dan Banti, sedangkan sampai saat ini kita bisa kuasai wilayah tersebut."
TNI, menurut Aidi, telah menganggap bahwa mereka sebagai kelompik kriminal yang telah melakukan tindakan kriminal dengan menggunakan senjata untuk menyerang aparat dan mereka telah melakukan perbuatan berlawanan terhadap negara.
"Kami tidak mau menyebutkan mereka sebagai Kelompok Tentara Pembebasan Nasional OPM. Namun, kalau tentara itu harus dikeluarkan dari Negara. Karena mereka adalah kelompok anggota kriminal separatis bersenjata. Yang telah melakukan perbuatan kriminal. Melakukan upaya berlawanan dengan negara," katanya.
Saat terjadi insiden baku tembak tersebut, terhadap satu orang yang non-TNI yang telah ditemukan dalam keadaan sudah meninggal. Tetapi, belum bisa dipastikan apakah mereka dari seorang kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) atau dari penduduk biasa yang telah menjadi korban tersebut.
"Kita juga belum bisa menyebutkan itu kelompok KKSB, karena identitasnya belum jelas. Yang pasti, disekitar itu ditemukannya, yang terdapat ada beberapa puncuk senjata," imbuhnya.
Kita masih berjaga-jaga agar kelompok yang mengaku sebagai OPM tidak masuk dalam kawasan tembagapura, timika, papua. Dan tidak ada lagi memakan korban.
Penulis: Rafi
Editor: Berita Terhots
Dikutip dari www.viva.co.id "pasukan sudah kemarin, sejumlah lima puluh prajurit anggota TNI. Yang terdiri dari dua puluh orang dari Yonif tujuh ratus lima puluh satu Rider, dua puluh orang dari Yonif tujuh ratus lima puluh empat ENK, sepuluh orang dari Mako Brigif dua puluh IJK," Imbuh kapendam Cendrawasih, kolonel Infanteri Muhammad Aidi.
Aidi menegaskan, sempat terjadinya baku tembak didalam insiden itu dan mengakibatkan satu prajurit yang bernama Pratu Vicky Rumpasium Meninggal. Tetapi, didalam operasi, TNI berhasil menduduki kawasan yang pada sebelumnya diduduki olehnya.
"Waktu kemarin mereka (kelompok bersenjata) memang menyandera warga Dusun Utikini dan Banti, sedangkan sampai saat ini kita bisa kuasai wilayah tersebut."
TNI, menurut Aidi, telah menganggap bahwa mereka sebagai kelompik kriminal yang telah melakukan tindakan kriminal dengan menggunakan senjata untuk menyerang aparat dan mereka telah melakukan perbuatan berlawanan terhadap negara.
"Kami tidak mau menyebutkan mereka sebagai Kelompok Tentara Pembebasan Nasional OPM. Namun, kalau tentara itu harus dikeluarkan dari Negara. Karena mereka adalah kelompok anggota kriminal separatis bersenjata. Yang telah melakukan perbuatan kriminal. Melakukan upaya berlawanan dengan negara," katanya.
Saat terjadi insiden baku tembak tersebut, terhadap satu orang yang non-TNI yang telah ditemukan dalam keadaan sudah meninggal. Tetapi, belum bisa dipastikan apakah mereka dari seorang kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) atau dari penduduk biasa yang telah menjadi korban tersebut.
"Kita juga belum bisa menyebutkan itu kelompok KKSB, karena identitasnya belum jelas. Yang pasti, disekitar itu ditemukannya, yang terdapat ada beberapa puncuk senjata," imbuhnya.
Kita masih berjaga-jaga agar kelompok yang mengaku sebagai OPM tidak masuk dalam kawasan tembagapura, timika, papua. Dan tidak ada lagi memakan korban.
Penulis: Rafi
Editor: Berita Terhots
Comments